Audio Rakitan
March 29, 2017

Audio Kelas



Dampak dari pemberlakuan sistem ujian listening bahasa inggris, menuntut pihak sekolah menyediakan sarana dan prasarana untuk penyelenggarannya. Akibat kebutuhan yang mendesak tersebut banyak sekolah tanpa berpikir panjang meyediakan perangkat audio seadanya tanpa memahami arsitektur sistem audio dengan benar.

Sekolah hanya berorientasi pada reproduksi suara yang berseumber dari kaset atau CD soal ujian listening dapat didengarkan siswa disetiap kelas, namun akibatnya kualitas suara audio yang diproduksi tidak memuaskan.

Pada umumnya pemasangan speaker di setiap kelas dengan cara menyambungkanya satu dengan yang lainya secara paralel. Kaset atau CD soal ujian dibunyikan pada satu titik tertentu sehingga semua speaker kelas berbunyi.

Bila audio dan visual monitoring di sinergikan menjadi suatu sistem yang bernilai tambah

Dari studi kasus yang telah diuraikan di atas maka akan timbul beberapa pertanyaan, misalnya:

  • Setelah sistem audio selesai digunakan untuk ujian listening bahasa inggris, sistem audio yang sudah terpasang tersebut akan digunakan untuk apa lagi?
  • Apakah sistem audio yang terpasang hanya digunakan untuk 30 menit dalam satu tahun atau akan digunakan untuk memberikan informasi tapi hanya bersifat umum saja untuk seluruh kelas?

Alangkah lebih baik jika sistem yang sudah terpasang dapat difungsikan lebih dari sekedar berguna pada saat ujian listening atau sekedar pengumuman, tetapi juga dapat memberi nilai tambah sebagai bagian dari pendukung proses Kegiatan Belajar Mengajar dan kegiatan di sekolah setiap harinya, antara lain:

  • Latihan ujian Listening Bahasa Inggris untuk kelas tertentu maupun kelompok kelas tertentu dan berlangsung pada jam kegiatan regular sekaligus, tanpa mengganggu kelas yang tidak melakukan kegiatan tersebut.
  • Panggilan kepada siswa maupun guru yang berada pada kelas tertentu.
  • Informasi terbatas untuk satu atau beberapa kelas tertentu, kelas angkatan maupun kelas keseluruhan.
  • Difungsikan sebagai audio bel sekolah otomatis dan musik istirahat.
  • Mengawasi kegiatan belajar mengajar siswa maupun guru di tiap kelas atau per kelompok angkatan atau bahkan semuanya baik secara audio maupun visual (kamera CCTV per kelas).
  • Difungsikan sebagai sistem kontrol audio dan visual, dimana perangkat di sisi master dapat memantau kegiatan belajar mengajar di kelas baik secara audio maupun visual sehingga dapat membantu pula guru piket atau staf lainnya untuk mengawasi lingkungan kelas.

Sebenarnya produk audio kelas sudah banyak dijual di pasaran, namun menurut hemat kami masih banyak kelemahan dari arsitektur audio yang ada di dalamnya, antara lain:

  • Setiap speaker membutuhkan pengkabelan ke master sehinga akan terjadi penumpukan kabel dan bila terjadi kerusakan akan sangat sulit menelusuri kerusakan tersebut karena keruwetan kabel instalasi.
  • Membutuhkan waktu pemasangan/instalasi yang relatif lama
  • Kualitas suara yang dihasilkan tidak sama antar speaker, bahkan pada jarak kabel yang jauh akan sangat kecil signal suaranya dan yang terdekat akan sangat keras signal suaranya.
  • Timbul kebocoran suara pada speaker lain dan rentan terhadap kerusakan speaker atau master amplifier karena beban (impedansi) yang tidak merata.
  • Sistem kontrol operasional yang rumit dan dibatasi oleh jumlah kelas tertentu karena model pensaklaran manual.
  • Hanya diperuntukkan sistem audio kelas namun tidak mencakup untuk kebutuhan sistem visual (kamera CCTV per kelas)
  • Tidak ada interaksi 2 arah (master ke kelas dan kelas ke master) baik audio maupun visual.
  • Mempunyai kompleksitas perakitan yang tinggi karena sistem switching manual dan terbatas pada jumlah kelas tertentu karena harus di desain dari awal.

Pengawasan terhadap kondisi kelas secara real-time demi kelancaran kegiatan belajar mengajar pada suatu institusi sekolah sangatlah penting. Kondisi di sini artinya adalah adanya interaksi dua arah antara pengawas (guru, guru piket, kepala sekolah, staff dan lain-lain) dan siswa di setiap kelas baik secara audio maupun visual. Berikut ini arsitektur sistem monitoring visual dan audio kelas yang kami ajukan:

Keterangan:
A.    Perangkat Master
Pada perangkat keras terdiri dari beberapa perangkat pendukung, antara lain:

  • Audio Mixer 8 Channel, Audio Mixer berfungsi untuk menerima perangkat input berupa Mic, Mic Wireless, DVD Player, Tape, dan lain-lain. Selanjutnya akan digabung menjadi signal audio stereo untuk diproses lebih lanjut.
  • BBE Maximizer, BBE Maximizer berfungsi untuk mengoptimalkan kualitas suara dengan memperbaiki karakter signal audio yaitu meningkatkan desibel beberapa frekwensi tertentu sehingga diharapakan kualitas signal audio khususnya signal suara vokal menjadi lebih transparan dan open.
  • Audio Distributor, Audio Distributor berfungsi untuk membagi signal audio ke beberapa titik client agar tetap stabil. Pembagian signal audio dilakukan secara aktif dengan cara pengaturan gain signal audio sehingga tidak ada signal yang hilang saat di transmisikan ke client yang jaraknya jauh. Dengan audio distributor, signal audio dapat terbagi secar merata ke setiap client/kelas.
  • Master Digital Control, Master digital control adalah perangkat terpenting dalam sistem monitoring visual dan audio kelas karena merupakan pusat kendali utama lalu lintas data, suara dan video. Di dalamnya terdapat program khusus untuk mengendalikan seluruh sistem, yang mana program tersebut telah ditanamkan ke dalam chipset. Master Digital Control disertai dengan LCD Matrix dan keypad untuk menentukan kelas mana yang aktif dan tidak aktif.
  • Audio Amplifier Sistem Monitoring, Audio amplifier sistem monitoring adalah perangkat untuk mendegarkan suara kondisi kelas saat ini, dimana hanya bisa satu kelas saja yang dapat didengarkan di sisi master, melalui pemilihan kelas yang diaktifkan melalui  perangkat master.
  • TV Flat, TV Flat berfungsi untuk memonitor kondisi kelas secara visual dan real time. Input signal streaming diperoleh dari kamera CCTV yang terpasang di setiap kelas untuk diproses dalam DVR, kemudian diteruskan ke TV Flat. Pada kasus ini dibutuhkan sebanyak 3 TV Flat, dimana setiap TV mewakili 3 angkatan kelas dalam satu sekolahan.
  • DVR (Digital Video Recording), DVR adalah perangkat perekam video sekaligus sebagai software pembagi signal video untuk ditampilkan ke layar TV. DVR disertai dengan tools untuk mengelola video seperti perbesaran, palayer video, dan lain-lain

B.    Perangkat Client/kelas

  • Mic + Preamp, Berfungsi sebagai feedaback suara kelas untuk dikirim ke perangkat master
  • Audio Amplifier + Speaker, Berfungsi sebagai penguat signal suara ke speaker kelas, signal audio diperoleh dari perangkat master sesuai pilihan program
  • Sensor kamera / CCTV, Berfungsi sebagai sensor kamera setiap kelas untuk dikirim ke perangkat DVR untuk di monitoring
  • Mikro Kontroller + program, Berfungsi sebagai pengendali aliran signal, data, dan video dari client ke master dan sebaliknya.

Dari uraian penjelasan arsitektur sistem monitoring visual dan audio kelas sebelumnya maka diperlukan beberapa perangkat pendukung berikut ini:

  • Perangkat Audio Master
  • Perangkat Audio Client
  • Perangkat Monitoring Master
  • Perangkat CCTV Client

Kurang lebih kebutuhan perangkat pendukung untuk sistem monitoring visual dan audio kelas adalah tampak seperti pada tabel di atas. Kebutuhan tersebut belum belum termasuk kabel data, kabel video, kabel audio, kabel duck dan lain-lain jika diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *